Ahlan Wa Sahlan

translate

Selasa, 31 Juli 2012

Bila ku jatuh cinta.......

Ya Allah, jika aku jatuh cinta,
Cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya padaMu agar bertambah kekuatanku untuk mencintaiMu
Ya Muhaimin, jika aku jatuh cinta,
Jagalah cintaku padanya agar tidak melebihi cintaku padaMu


Ya Allah, jika aku jatuh hati,
Izinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut padaMu
Agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu
Ya Robbana, jika aku jatuh hati,
Jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling dari hatiMu

Ya Robbul Izzati, jika aku rindu,
Rindukanlah aku pada seseorang yang merindui syahid di JalanMu
Ya Allah, jika aku rindu,
Jagalah rinduku padanya agar tidak lalai aku merindukan surgaMu

Ya Allah, jika aku menikmati cinta kekasihMu,
Janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat di sepertiga malam terakhirMu
Ya Allah, jika aku jatuh hati pada kekasihMu,
Jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang menyeru manusia padaMu

Ya Allah, jika Kau halalkan aku merindui kekasihMu,
Jangan biarkan aku melampaui batas sehingga melupakan aku pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya kepadaMu

Ya Allah,
Engkau mengetahui bahwa hati2 ini telah berhimpun dalam cinta pada Mu,
Telah berjumpa pada taat padaMu,
Telah bersatu dalam dakwah padaMu,
Telah berpadu dalam membela syariatMu.
Kokohkanlah ya Allah ikatannya..
Kekalkanlah cintanya..
Tunjukilah jalan-jalannya
Penuhilah hati-hati ini dengan nur Mu yang tiada pernah pudar.
Lapangkanlah hati-hati kami dengan limpahan keimanan padaMu
Dan keindahan bertakwa di jalanMu

Ya Allah ya Rabbi,
Jika belum saat nya untuk kami bersatu..
Jangan biarkan kami larut dalam cinta yang belum halal ini
Dan izinkan lah ku titip cinta n rindu ini pada MU ya Rab...

Sabtu, 28 Juli 2012

KEAJAIBAN SEDEKAH

Sedekah adalah amalan yang mulia. Sedekah dengan ikhlas akan menjanjikan ganjaran pahala buat kita. Kerana setiap perbuatan baik akan dibalas dengan perkara yang baik juga. Allah akan melapangkan dada, membuatkan kita gembira, melegakan perasaan dan mensejahterkan seluruh hidup kita. Bersedekahlah kita walau sedikit dengan seikhlasnya. Kerana, dalam setiap rezeki dan harta yang kita miliki itu terdapat juga hak orang lain. Jadi, adalah lebih baik jika ia dikongsi dan dinikmati bersama. Beriman dengannya dan bersedekah seikhlasnya. Sedekah seikhlasnya mampu meringankan beban seseorang dan menjauhkan diri kita daripada panas api neraka. 
10 Keajaiban Sedekah
Dalam beberapa hadits, Rasulullah SAW banyak menjelaskan tentang keajaiban sedekah.
Beberapa keajaiban sedekah tersebut diantaranya adalah:

1. Sedekah bisa melepaskan pelakunya dari bencana.
Rasulullah SAW bersabda,
"Sesungguhnya sedekah dapat menolak 70 pintu bencana."

2. Sedekah merupakan obat penyakit pada tubuh.
Rasulullah SAW bersabda,
"Obatilah penyakitmu dengan bersedekah."

3. Sedekah sebagai benteng buat diri kita.
Rasulullah SAW bersabda,
"Bentengilah harta bendamu dengan sedekah."

4. Sedekah sebagai pemadam kemurkaan Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda,
"Sedekah dapat menutup kemurkaan Allah."

5. Sedekah bisa menambah keakraban sesama muslim.
Rasulullah SAW bersabda,
"Sedekah adalah hadiah. Maka, berikanlah hadiah kepada teman pergaulanmu dan berkasih sayanglah kalian dengan saling memberi sedekah."

6. Sedekah dapat menambah umur.
"Rasulullah SAW bersabda,
"Sedekah dapat menolak musibah serta dapat menambah keberkahan umur."

7. Sedekah mampu menanamkan rasa belas kasihan dalam hati.
Rasulullah SAW bersabda,
"Barang siapa mendapatkan kesedihan hati, maka berikanlah sedekah."

8. Sedekah sebagai syafaat kelak di akhirat.
Rasulullah SAW bersabda,
"Sesungguhnya yang akan menaungi orang mukmin pada hari kiamat kelak adalah sedekah."

9. Sedekah menuai pahala yang termat besar.
Dalam sebuah atsar disebutkan,
"Barang siapa bersedekah dengan sebiji tamar, kelak di hari kiamat dia akan mendapat pahala sebesar gunung yang berada di atas timbangan amalnya."

10. Sedekah sebagai wasilah menambah rezeki.
Rasululah SAW bersabda,
"Tidak akan berkurang harta yang disedekahkan, bahkan akan bertambah, akan bertambah, dan akan bertambah."

Itulah beberapa hadits mengenai khasiat sedekah.

^Maka Pancinglah rezeki dengan bersedekah^

Kamis, 26 Juli 2012

TIPS MENGATASI KELESUAN IMAN

Manusia Bukan para Nabi yang imannya bertambah setiap hari, bukan pula para malaikat yang imannya tetap tak pernah naik apatah lagi turun. Kita ini hanyalah manusia biasa, yang imannya kadang naik dan kadang turun. Iman pada diri seorang muslim, adalah laksana naik turunnya gelombang ombak di lautan. Suatu saat  ombak itu menggunung tinggi sehingga perahu besarpun lumat terkoyak karenannya. Namun diwaktu lain ombak itu hanya bergerak landai hingga batu kerikilpun tak mampu digerakkannya. Ketika iman dalam keadaan pasang, disaat itulah sebenarnya seseorang dalam kondisi terbaiknya.

Tentu, kita sebagai seorang muslim selalu menyimpan harapan supaya iman di dada selalu bergelora dan stabil dalam setiap kondisi dan situasi, sehingga mampu menuntun setiap langkah untuk setia di jalan-Nya serta bisa menerangi setiap jengkal relung-relung jiwa untuk terhindar dari noda-noda dosa.
Tetapi harapan tetaplah harapan, harapan tak jauh beda dengan impian, yang terkadang harus berbenturan dengan realita nyata pahitnya kehidupan. Dalam kenyataanya, iman dalam diri kita seringkali naik-turun (al Imanu yazidu wa yanqush), tinggi-rendah, serta berubah-ubah, bahkan dalam hitungan detik. Hal ini terjadi tentu tidak lepas dari kaitan erat antara iman dan hati (qolbu), mengingat qolbu bermakna yang selalu berbolak balik.
Tidak heran jika kemudian Nabi Muhammad SAW bersabda : “Sesungguhnya iman itu diciptakan (diuji) di dalam diri kalian sebagaimana diciptakannya pakaian. Maka, hendaklah kalian meminta kepada Allah agar memperbaharui iman di dalam hati kalian.” (HR. Hakim dan Al Tabrani).

Sudah menjadi fitrah bahwa iman manusia ada kalanya menguat dan melemah dan ada kalanya begitu bersemangat namun pada suatu saat mengalami kelesuan. Hal ini merupakan tanda-tanda kebesaran Allah SWT., serta menunjukan bahwa manusia adalah makhluk ciptaan-Nya yang tidak bisa berdiri sendiri atau lemah. Namun demikian, hal ini jangan dijadikan alasan (apologi) sehingga menyebabkan kita hanya berpangku tangan dan tidak mau berusaha untuk menemukan jalan keluar dari setiap masalah yang dihadapi. Hadist tersebut dapat juga ditafsirkan sebagai kritik bahwa kita sebagai hamba Allah SWT harus berhati-hati sehingga dapat menjaga kestabilan iman kita.

Supaya tubuh kita kuat, haruslah diberi makan. Kalau sakit dan ingin sembuh, maka berilah obat yang tepat. Begitu pula ketika rokhani sakit, haruslah diberi obat yang tepat dan mujarab. Pertanyaan awal yang harus dijawab adalah siapakah yang telah menciptaakan jiwa dan raga kita? Tentu Rabb Azza Wajalla. Maka ketika jiwa atau iman kita sakit, obat terbaik tentu yang berasal dari penciptanya, yaitu Allah SWT. Obat tersebut harus segera diperoleh karena betapa meruginya orang-orang yang terjangkit penyakit kelesuan iman. Orang yang tadinya banyak bersedekah, berpuasa, shalat-shalat sunnah, berangkat ke Masjid di awal waktu, dan lidahnya hanya mengucapkan yang benar menjadi malas melakukan ibadah itu tatkaala mangalami kelesuan iman.
Jangan biarkan keadaan itu terus berlarut. Harus cepat dicari obat penawarnya. Sebab jika keadaan ini semakin berlanjut, maka syaitan tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini untuk semakin menggelincirkan manusia kepada kehinaan yang lebih besar. Tatapi, dalam hal ini perlu juga diingat bahwa lesu atau dalam kata lain bosan (futur), adalah keadaan psikologis yang manusiawi, bahkan tak jarang juga menimpa para ahli ibadah. 

Dalam sebuah hadis telah dinyatakan, “Setiap perbuatan ada puncaknya, dan setiap puncak akan futur (lesu). Maka, barang siapa futurnya menuju sunnah sungguh sangat beruntung, dan barang siapa futurnya tidak menuju sunnah sungguh akan hancur.” (HR. Tirmidzi).

Diantara penyakit-penyakit qolb yang paling berat menimpa manusia adalah lesu atau lemah iman dan merasa lemah untuk melaksanakan apa yang diwajibkan oleh Allah SWT. Salah satu fase yang harus dilakukan dalam rangka proses menuju iman yang istiqomah adalah mengetahui penyebab munculnya penyakit lesu iman. 

Diantara penyebab munculnya penyakit lesu iman antara lain :
  1. Tidak mempunyai motivasi yang kuat untuk merubah diri menuju pribadi yang tangguh.
  2. Berteman dengan orang-orang yang dapat memperdaya kita kedalam kemaksiatan.
  3. Sibuk dengan urusan dunia dan keindahannya.
  4. Berharap dalam kehidupan, melupakan mati, kubur, mahsyar, hisab, surga, dan neraka.
Pertanyaan selanjutnya adalah apakah resep yang diberikan oleh Islam berkaitan dengan lesu atau lemahnya iman ini? Allah telah berjanji berhubungan dengan obat dari penyakit ini. Sabda Rasulullah “Allah tidak menurunkan suatu penyakit kecuali menurunkan juga obatnya.” (HR. Ibnu Majah). Hadist ini menunjukan bahwa Allah telah berjanji akan menurunkan obat begi setiap penyakit yang Allah turunkan kepada makhluknya.

Ada beberapa obat bagi iman yang lesu supaya dapat kembali bersemangat dalam menapaki kehidupan ini dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Obat-obat tersebut antara lain :
  1. Merasakan keagungan Allah dan kekuasaannya.
  2. Merenungi ayat-ayat qauliah (tertulis) dan kauniah (tidak tertulis).
  3. Memperbanyak  mengucapkan dzikir kepada Allah.
  4. Bergaul dengan hamba-hamba Allah yang saleh.
  5. Menjauhi   dosa-dosa  kecil.
  6. Memperbanyak mengingat kematian.
  7. Mengingat hari perhitungan, pahala, siksa, surga dan neraka.
Inilah beberapa obat untuk mengobati  penyakit yang begitu sering menjangkiti kita.Obat penawar lain yang bisa jadi seringkali lepas dari lintasan pikiran kita yaitu bahwa futur (rasa bosan) sering disebabkan oleh terlalu tegangnya  kondisi kejiwaan kita,  seiring dengan menumpuknya  berbagai harapan dan keinginan, sehingga  hati menjadi   beku dan dingin bagaikan es, bibir terasa berat untuk menyunggingkan senyum, badan menjadi terasa lemah, serta otak terasa sulit untuk berpikir.
 Penawar yang diteladankan oleh Nabi kita adalah sebagaimana dalam sabdanya berikut ini.
Demi zat yang diriku dalam kekuasaannya! Sesungguhnya andai kita disiplin terhadap apa yang pernah kamu dengar ketika bersama aku dan juga tekun dalam dzikir, niscaya malaikat akan bersamamu di tempat tidurmu dan di  jalan-jalanmu. Tetapi, Hai Handhalah, sa’atan-sa’atan! (berguraulah sekedarnya saja!). Nabi mengulangi ucapan itu sampai tiga kali.” (HR. Muslim).

Hadist tersebut memberikan jalan keluar bagi kita ketika mengalami kejenuhan, hati ini menjadi lesu dengan berbagai aktivitas dunia ataupun aktivitas yang berorientasi pada akherat, maka Rasulullah memerintahkan sa’atan-sa’atan! (sekedarnya saja!) untuk bergurau, bercanda dengan teman kita. Tentunya gurauan yang tidak mengandung ejekan atau hal-hal maksiat lainnya. Dengan senda gurau ini hati kita akan menjadi fresh kembali.Dilihat begitu pentingnya hal ini, maka sebagian ulama’ yang berpendapat bahwa bercanda yang baik hukumnya mubah (boleh). Para sahabat Rasulullah yang saleh dan baik itu biasa bergurau, ketawa, bermain-main, dan berkata yang ganjil-ganjil. Mereka mengetahui akan kebutuhan jiwanya dan ingin memenuhi panggilan fitrah serta hendak memberikan hak hati untuk beristirahat dan bergembira agar dapat melangsungkan perjalanan dalam menyusuri dinamika kehidupan yang masih  panjang.
Hal senada juga disabdakan oleh Rasulullah : “Janganlah terlalu membebani jiwamu dengan segala kesungguhan hati. Hiburlah dirimu dengan hal-hal yang ringan dan lucu. Sebab bila hati terus dipaksakan dengan memikul beban-beban yang berat, ia akan menjadi buta.” (Sunan Abi Dawud).

Layaknya orang yang matanya buta, ia tak bisa meliahat apa yang ada di sekelilingnya. Kalau ingin berjalan, ia harus meraba dan dengan pelan-pelan. Besar kemungkinan ia akan terjatuh. Sementara itu, Azajjag berkata , “Senyuman merupakan ketawanya kebanyakan para Nabi. Perlu diperhatikan juga bahwa gurauan jangan sampai melanggar etika dalam tertawa. Seperti dicontohkan Rasulullah Saw, yang dalam tertawanya hanya terlihat gigi serinya.
Pada suatu hari, Saudah binti Zum’ah Ummul Mukminin berkata kepada Rasulullah Saw, “Ya Rasulullah, aku shalat dibelakang Rasulullah, lalu mengikuti ruku’ dan aku paksa memegangi hidungku, karena aku takut darah akan mengalir dan menetes-netes.” Mendengar ucapan istri beliau, Rasulullah SAW tersenyum dan tertawa. Rupanya menurut istri beliau, Rasulullah terlalu lama dalam ruku’ dan sujud.

Contoh yang disajikan tersebut memberikan petunjuk  tentang diperbolehkannya tertawa untuk menjadi   pelipur hati  yang lara dan jiwa yang sedang gundah-gulana. Akhirnya urusan panjang lebar di atas bermuara pada satu tujuan, yaitu agar iman dalam dada tetap istiqomah,  yang lesu menjadi tegar dan yang sudah mantap agar lebih terpatri, sehingga iman tetap kokoh dalam hati. Wallahua’lam bisshoab.

NB: catatan ini di ambil dari blog seorang sahabat. saya memang sengaja mencari tentang tips tentang mengatasi kelesuan iman (sesuai dg yang saya rasakan saat ini) :'( dan saya tidak mau hal ini sampai berlarut-larut... Mudah2an setelah mendapat tips sederhana ini yg insyaAllah akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Ya Allah,,,sinari hatiku dg cahayaMU.... aaamiiinn...
 Buat sahabat yang juga mengalami hal ini..ayo kita bangkit dan semangat kembali.. :) n keep istiqomah ^_^

TIPS CANTIK BUAT WANITA MUSLIMAH

 Ini dia tips cantik buat wanita muslimah.....

1. Usap seluruh wajah dengan bedak merk Air Wudhu, niscaya akan bercahaya sepanjang masa.
2. Gunakan pemerah pipi dari kosmetik Mustika Rasa Malu agar senantiasa terjaga iman.
3. Oleskan lipstik Kejujuran pada bibir, agar senantiasa manis dalam bertutur kata. Serta tambahkan lip-gloss Tutur Kata Lemah Lembut agar bibir terlihat indah bercahaya.
4. Hiasi mata dengan maskara Ghadhul Bashar (menundukan pandangan) agar semakin lentik, bening, dan jernih.
5. Pakailah sabun wangi Istighfar untuk menghilangkan kotoran badan berupa dosa dan kesalahan, hingga harum setia setiap saat.
6. Rawat rambut dengan shampo berupa Jilbab Islami untuk mencegah dan menghilangkan ketombe berupa pandangan laki-laki yang membahayakan.
7. Hiasi tangan dengan gelang emas Tawadhu’ menengadahkan tangan beserah diri hanya kepada Allah.
8. Hiasi jari-jari dengan cincin bermata Ukhuwah agar semakin erat persahabatan.
9. Hiasi badan dengan baju dari rumah mode Kesucian dan Taqwa yang dapat membaluti tubuh agar senantiasa menutup aurat, menjaga diri dari pakaian tipis, tembus pandang.


Tips make-up cantik yang praktis plus ekonomis. Namun terkadang sulit untuk dilaksanakan. Semoga kita istiqamah ya ukhty  .. ^_^ ..

 

Rabu, 25 Juli 2012

Yuk, Belajar di Madrasah Ramadhan

Ramadhan adalah bulan untuk belajar. Belajar apa?
 
Pertama, belajar peka terhadap lingkungan sekitar. Dengan berpuasa, kita dapat merasakan bagaimana orang yang kurang beruntung menahan lapar dan dahaga setiap hari. Kita yang berpuasa, masih dapat makan dan minum setelah saat berbuka tiba. Bayangkanlah Si Miskin saat mereka harus menahan lapar dan dahaga selama berhari-hari.

Bulan Ramadhan juga memberikan kesempatan besar untuk berbagi kepada sesama. Bagi yang memberikan makanan berbuka kepada orang yang berpuasa, akan mendapatkan pahala sebesar yang didapat orang yang berpuasa itu tanpa mengurangi pahala orang tersebut. Pahala tersebut akan diberikan Allah, meskipun yang diberikan untuk berbuka itu hanya sebuah kurma atau seteguk air. Maka, sungguh merugi jika di bulan penuh berkah ini kita tak belajar peka terhadap keadaan sekitar.

Kedua, belajar lebih sabar. Puasa mendidik kita untuk lebih sabar. Inti puasa adalah menahan hawa nafsu. Semua nafsu –seperti nafsu makan-minum, nafsu marah, nafsu syahwat- kita kendalikan.

Kesabaran itu ada tiga macam: sabar menghadapi musibah, sabar untuk taat, dan sabar menghindari maksiat” (HR Ibnu Abud-Dunya). Lalu, bagaimana dengan ungkapan yang popular di tengah-tengah masyarakat bahwa “Sabar itu ada batasnya”? Ungkapan itu tak berdasar. Kita harus ikhlas menerima dan menghadapi segala macam masalah yang ada.
Al-Quran mengatakan,
Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan, sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.” (QS Al-Baqarah [2]: 45).
Jika memperhatikan ayat di atas, sabar (bersama shalat) merupakan media penolong terpenting saat kita disergap masalah. Dengan demikian, maukah kita membatasi sabar yang berarti mempersempit dan bahkan menutup peluang kita untuk keluar dari masalah yang mengepung kita? Maka, dengan logika sederhana itu, bagi kaum beriman sabar itu sungguh tidak berbatas.

Ketiga, belajar disiplin. Bulan Ramadhan tanpa sadar mengajarkan kita berdisiplin. Contoh kecil, waktu makan menjadi lebih teratur. Waktu sahur, kita bersegera bangun. Saat berbuka puasa, kita bahkan sudah bersiap-siap di depan makanan beberapa menit sebelumnya. Sementara, jika di hari-hari di luar Ramadhan, banyak dari kita yang makan tanpa jadwal yang jelas karena berbagai alasan. Akibatnya apa? Karena tidak disiplin dengan pola makan, maka kita berpeluang dihampiri berbagai penyakit.

Keempat, belajar jujur. Puasa mengajarkan kita untuk jujur. Lewat puasa Ramadhan kita dilatih berlaku jujur. Misal, sekalipun kita memiliki kesempatan untuk makan dan minum di tempat terlindung, tapi itu tidak dilakukan karena kita sedang berpuasa dan yakin bahwa perbuatan apapun pasti dilihat Allah. Saat berpuasa, kita dilatih untuk menyadari bahwa Allah selalu hadir di manapun kita berada.

Dengan gambaran di atas, sungguh menyenangkan, bukan? Ramadhan adalah sekolah dengan kurikulum hebat tapi tak menarik bayaran sedikitpun. Bersyukurlah jika kita masih berkesempatan bersekolah gratis di Madrasah Ramadhan. Belum tentu tahun depan kita mempunyai kesempatan yang sama. Untuk itu, sebagaimana murid yang mau masuk sekolah, maka fisik dan mental harus dipersiapkan secara baik dalam menyambut sekolah gratis ini. Rugi jika kita akan mendapatkan pelajaran hebat tapi kita tidak siap menerimanya. Jadi, jangan sia-siakan Ramadhan.


Senin, 23 Juli 2012

Empat Golongan Yang Dirindukan Surga


Surga (Al-Jannah), nama yang indah terdengar di telinga dan indah pula dibayangkan, semua manusia mengimpikan surga, menginginkan menjadi penikmat nikmat surga atau ahlu al-Jannah, semua manusia merindukan Surga. Namun perlu diingat bahwa surga bukan benda yang dapat dibeli dengan uang, tidak ada materi yang mampu membeli surga dengan harga berapa pun, surga hanya dapat dibeli dengan amal dan keridhaan Allah SWT.

Rindu kepada surga adalah sesuatu yang wajar dan biasa, namun akan luar biasa jika surga merindukan mereka yang juga merindukan surga, surga mendambakan bahwa mereka yang akan menjadi penghuninya, menginginkan mereka merasakan kenikmatan yang disediakan Allah di dalamnya. Tentu tidak semua atau sembarang orang yang dirindukan Surga, tentu juga mereka ini punya nilai lebih dalam amalan mereka, jelasnya, mereka yang dirindukan surga adalah manusia-manusia hebat makhluk Allah swt, lalu siapakah mereka?

Rasulullah menegaskan dalam sebuah hadist bahwa Surga merindukan empat golongan manusia, yaitu; orang yang membaca Al-Qur’an (Taalil al-Qur’an), orang yang menjaga lisan (Hafidhul al-Lisan), orang yang memberikan makan yang lapar (Muth’imul al-Ji’an) dan orang yang berpuasa di bulan Ramadhan (Shaim fi Ramadhan). 
Mereka inilah yang selalu dirindukan Surga.
1. Golongan orang-orang yang senantiasa senang membaca kitab Al-Qur’an, baik dikala sibuk maupun senggang.
2. Golongan orang-orang yang senantiasa menjaga lidahnya, tidak menggungjingkan orang lain. Kurangilah berbicara yang tidak perlu atau lebih baik diam.
3. Golongan orang-orang yang memberi makan orang yang lapar, termasuk didalamnya memberi makan saat berbuka puasa.
4.  Golongan orang-orang yang menjalankan ibadah puasa ramadhan karena Allah SWT.

Surga sangat mengharapkan golongan-golongan tersebut. Apakah kita sudah termasuk ke dalam golongan tersebut?? jika belum mari kita kerahkan segenap upaya agar termasuk dalam golongan ini, ingat surga menanti kita. Selamat berjuang meraih negeri impian, negeri indah penuh rahmat, makmur dengan karunia Allah SWT.

Rabu, 18 Juli 2012

Terima Kasih ku

Indahnya suasana pagi ini.. kicau-kicau burung terdengar merdu ditelingaku... Alhamdulillah...terima kasih ya Allah..untuk nikmat kehidupan ini.. terima kasih aku masih Kau beri kesempatan untuk melaluinya.. terima kasih atas semua nikmat yg Kau berikan selama ini...nikmta yang tiada terkira olehku... terima kasih ya Rabb..

Ya Allah ya Rabbi.. aku mohon pada Mu, bimbing selalu aku untuk bisa menjadi salah satu hambaMu yang nantinya akan menikmati indahnya surga dengan RasulMu, dengan orang-orang yang sholeh, keluargaku, dan sahabat-sahabat ku..  
Ya Allah ya Rabbi.. bimbing aku untuk selalu melangkah dan berjalan di jalan yang telah Engkau tuntunkan.. bimbing aku untuk selalu menjadikan Engkau cinta sejatiku, cinta yang abadi..  
Ya Rabb..ringankan langkahku untuk selalu berjalan di jalanMu, menggapai cintaMu, menuju surgaMu..bimbing aku untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya. Allah.. aku memohon cintaMu, cinta orang-orang yang mencintaiMu, dan amal yang akan membawaku menuju cintaMu..

Aamiin.. Allah.. kabulkan permohonanku..